Home | Archive | About Us | Contact Us | Submit Article       



Home » Akuntansi Dasar » Akuntansi Perusahaan Dagang


Akuntansi Perusahaan Dagang

Category on Akuntansi Dasar, Akuntansi Perusahaan


Bagaimana Pencatatan Akuntansi untuk Perusahaan Dagang?

Akuntansi perusahaan dagang harus memiliki sistem untuk mencatat penerimaan barang dagang, menyajikan informasi mengenai persediaan barang dagang yang akan dijual, serta mencatat penjualan dan beban atau harga pokok barang dagangan yang dijual.

Ciri Perusahaan Dagang

Kegiatan perusahaan jasa dalam menghasilkan pendapatan melibatkan pemberian pelayanan berupa jasa kepada pelanggan. Penghasilan atas jasa dilaporkan sebagai pendapatan jasa atau pendapatan honor (fee). Untuk mendapatkan laba bersih perusahaan jasa, pendapatan jasa atau honor dikurangi beban operasi yang terjadi pada saat menghasilkan jasa.

Akuntansi Perusahaan Dagang

Sedangkan aktivitas perusahaan dagang dalam menghasilkan pendapatan diperoleh dari penjualan barang dagang. Dan untuk menghasilkan barang dagang diperlukan adanya aktivitas pembelian persediaan barang dagang. Dengan begitu, ketika barang dagangan telah terjual, pendapatan tersebut dilaporkan pada akun penjualan dan untuk biaya atas barang dagang yang dijual dicatat pada akun harga pokok barang dagang (cost of merchandise sold) atau pada Harga pokok penjualan.

Akuntansi Pembelian untuk Perusahaan Dagang

Terdapat dua sistem akuntansi untuk mencatat persediaan barang dagang, pertama sistem persediaan perpetual dan kedua, sistem persediaan periodik. Sistem persediaan perpetual (perpetual inventory system) mencatat pembelian dan penjualan barang dagang pada akun persediaan.

Sedangkan sistem persediaan periodik (periodic inventory system) mencatat jumlah persediaan barang dagangan pada saat akhir periode dengan melakukan perhitungan secara fisik persediaan barang dagang (physical inventory atau stok opname).

Pada sistem persediaan perpetual pencatatan pembelian barang dagang secara tunai adalah sebagai berikut :

(Dr) Persediaan Barang Dagang Rp xxx

(Cr) Kas Rp xxx

Dan pembelian secara kredit dicatat sebagai berikut :

(Dr) Persediaan Barang Dagang Rp xxx

(Cr) Utang Usaha Rp xxx

Sementara untuk sistem persediaan periodik pencatatan pembelian barang dagang secara tunai adalah sebagai berikut :

(Dr) Pembelian Rp xxx

(Cr) Kas Rp xxx

Sedangkan pembelian secara kredit dicatat sebagai berikut :

(Dr) Pembelian Rp xxx

(Cr) Utang Usaha Rp xxx

Dan pada saat dilakukannya stock opname pada akhir periode pada sistem periodik mencatat harga pokok penjualan adalah sebagai berikut :

(Dr) Harga Pokok Penjualan (HPP) Rp xxx

(Dr) Pembelian Rp xxx

Diskon Pembelian

Untuk mencatat diskon pembelian pada sistem persediaan perpetual adalah sebagai berikut :

Pada saat mencatat utang,

(Dr) Persediaan Barang Dagang Rp xxx

(Cr) Utang Usaha Rp xxx

Pada saat pembayaran utang dengan diskon pembelian,

(Dr) Utang Usaha Rp xxx

(Cr) Kas Rp xxx

(Cr) Persediaan Barang Dagang Rp xxx – Diskon pembelian secara langsung mengurangi jumlah stok persediaan barang dagang.

Sedangkan untuk sistem persediaan periodik pencatatan diskon pembelian adalah sebagai berikut :

Pada saat mencatat utang,

(Dr) Pembelian Rp xxx

(Cr) Utang Usaha Rp xxx

Pada saat pembayaran utang dengan diskon pembelian,

(Dr) Utang Usaha Rp xxx

(Cr) Kas Rp xxx

(Cr) Diskon Pembelian Rp xxx

Retur dan Potongan Pembelian

Untuk mencatat retur dan potongan pembelian pada persediaan perpetual adalah sebagai berikut :

(Dr) Utang Usaha Rp xxx

(Cr) Persediaan Barang Dagang Rp xxx – Retur dan potongan pembelian secara langsung mengurangi jumlah stok persediaan barang dagang.

Pada persediaan periodik untuk mencatat retur dan potongan pembelian jurnal akuntansinya adalah seperti di bawah ini :

(Dr) Utang Usaha Rp xxx

(Cr) Retur dan Potongan Pembelian Rp xxx

Akuntansi Penjualan untuk Perusahaan Dagang

Biasanya pendapatan atas penjualan barang dagang dapat diidentifikasi pada buku besar sebagai Penjualan. Atau bisa juga perusaahan menggunakan istilah yang lebih tepat seperti Penjualan Barang Dagang.

Penjualan Tunai

Pada sistem persediaan perpetual, penjualan atas barang dagang secara tunai dapat dilakukan pencatatan akuntansi sebagai berikut :

Mencatat penjualan,

(Dr) Kas Rp xxx

(Cr) Penjualan Rp xxx

Mencatat Harga pokok penjualan,

(Dr) Harga Pokok Penjualan Rp xxx

(Cr) Persediaan Barang Dagang Rp xxx – Mengurangi persediaan sesuai dengan modal barang dagang yang dijual.

Pencatatan jurnal penjualan tunai untuk sistem persediaan periodik adalah sebagai berikut :

(Dr) Kas Rp xxx

(Cr) Penjualan Rp xxx

Dalam sistem persediaan periodik pencatatan jurnal akuntansi untuk Harga pokok penjualan dilakukan pada saat stok opname akhir periode.

Penjualan Kredit

Pada sistem persediaan perpetual, penjualan atas barang dagang secara kredit dapat dilakukan pencatatan akuntansi sebagai berikut :

Mencatat penjualan,

(Dr) Piutang Usaha Rp xxx

(Cr) Penjualan Rp xxx

Mencatat Harga pokok penjualan,

(Dr) Harga Pokok Penjualan Rp xxx

(Cr) Persediaan Barang Dagang Rp xxx – Mengurangi persediaan sesuai dengan modal barang dagang yang dijual.

Pencatatan jurnal penjualan kredit untuk sistem persediaan periodik adalah sebagai berikut :

(Dr) Piutang Usaha Rp xxx

(Cr) Penjualan Rp xxx

Dalam sistem persediaan periodik pencatatan jurnal untuk Harga pokok penjualan dilakukan pada saat stok opname akhir periode.

Diskon Penjualan

Untuk pencatatan jurnal Diskon penjualan, sistem perpetual dan sistem periodik memiliki persamaan dalam hal pencatatannya, yaitu sebagai berikut :

(Dr) Diskon Penjualan Rp xxx

(Cr) Piutang Usaha Rp xxx

Retur dan Potongan Penjualan

Pada sistem persediaan perpetual untuk mencatat jurnal Retur dan potongan penjualan adalah sebagai berikut :

Mencatat Retur dan potongan penjualan,

(Dr) Retur dan Potongan Penjualan Rp xxx

(Cr) Piutang Usaha Rp xxx

Jurnal untuk mencatat pengembalian persediaan,

(Dr) Persediaan Barang Dagang Rp xxx

(Cr) Harga Pokok Penjualan Rp xxx

Untuk sistem persediaan periodik tidak ada proses pencatatan Retur dan potongan penjualan dikarenakan pencatatan persediaan dilakukan pada saat perhitungan persediaan (stock opname) pada saat akhir periode.

Demikian informasi mengenai pencatatan akuntansi perusahaan dagang, semoga bermanfaat untuk anda. Terima kasih.

Akuntansi Itu Mudah - Memahami akuntansi dengan kesederhanaanTerimakasih sudah menyempatkan waktu membaca artikel Akuntansi Perusahaan Dagang pada blog kami. Harapan kami semoga artikel ini dapat memberikan nilai tambah untuk anda. Saran dan kritik yang konstruktif sangat kami harapkan guna kemajuan blog kami di masa depan, silahkan menuju page contact us. Sukses untuk anda. Oni Zamroni

 Related on Akuntansi Perusahaan Dagang
Metode Penilaian Persediaan
Metode Penilaian Persediaan Metode penilaian persediaan amat beragam. Namun, satu hal yang pasti adalah konsistensi. Metode yang dipakai haruslah secara konsisten digunakan pada periode berikutnya. Perubahan metode tetap dimungkinkan,
Kamus Istilah Akuntansi Bagian Y
Kamus Istilah Akuntansi Bagian Y Yield > Hasil > Ukuran efisiensi pemakaian bahan; yield mengukur rasio jumlah output bahan terhadap jumlah input bahan. Yield kurang dari 1,0 artinya terjadi
Biaya Produksi – Production Cost
Biaya Produksi Ditinjau dari Segi Perilaku dan Segi Ekonomis Biaya produksi adalah segala macam biaya yang dikeluarkan sejak investasi dilakukan, proses pembelian bahan baku, produksi, penyimpanan bahan baku, penyimpanan
Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan
Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Setiap wajib pajak (WP) wajib memahami secara benar mengenai peraturan perpajakan di Indonesia. Dengan adanya susunan Ketentuan umum dan tata cara perpajakan diharapkan

Related Searches : , ,
Home | Archive | About Us | Contact Us | Referensi Situs | Privacy Policy | Sitemap | Copyright © Akuntansi Itu Mudah 2014. All Rights Reserved.