Home | Archive | About Us | Contact Us | Submit Article       



Home » Analisis Keuangan » Analisis Rasio Perputaran Piutang Usaha


Analisis Rasio Perputaran Piutang Usaha

Category on Analisis Keuangan


Contoh Analisis Perputaran Piutang Usaha

Perusahaan yang memberikan jangka waktu kredit yang panjang cenderung memiliki jumlah piutang usaha yang relatif tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang memberikan jangka waktu kredit yang pendek. Namun, dalam kedua situasi di atas, adalah penting untuk menagih piutang secepat mungkin.

Kas yang diperoleh dari penagihan piutang akan meningkatkan solvensi dan mengurangi risiko kerugian dari piutang tak tertagih. Dua ukuran yang sangat berguna untuk mengevaluasi efisiensi penagihan piutang adalah (1) perputaran piutang usaha, dan (2) jumlah hari penjualan dalam piutang.

Perputaran piutang usaha (accounts receivable turnover) mengukur seberapa sering piutang usaha berubah menjadi kas dalam setahun. Sebagai contoh, dengan ketentuan kredit 2/10, n/30, piutang usaha harus berputar sedikit di atas 12 kali dalam setahun. Perputaran piutang usaha dihitung sebagai berikut :

Perputaran piutang usaha = Penjualan kredit bersih / Piutang usaha rata-rata

Perputaran Piutang UsahaPiutang usaha rata-rata dapat ditentukan dengan menggunakan data-data bulanan atau dengan menambahkan saldo piutang usaha awal tahun dan akhir tahun serta kemudian dibagi dengan dua.

Sebagai contoh, asumsikan bahwa PT. Farah Elektro memiliki penjualan kredit bersih sebesar Rp 360.000.000,- dan saldo piutang usaha awal tahun dan akhir tahun masing-masing adalah Rp 10.800.000,- dan Rp 12.200.000,-. Perputaran piutang usaha untuk PT. Farah Elektro adalah sebagai berikut :

Perputaran piutang usaha = Penjualan kredit bersih / Piutang usaha rata-rata

Perputaran piutang usaha = Rp 360.000.000 / (Rp 10.800.000 + Rp 12.200.000) = 31,3

Jumlah hari penjualan dalam piutang (number of days receivables) merupakan estimasi lamanya piutang usaha beredar. Dengan ketentuan kredit 2/10, n/30, jumlah hari penjualan dalam piutang harus lebih rendah dari 30 hari. Hal ini dihitung sebagai berikut :

Jumlah hari penjualan dalam piutang = Piutang usaha, akhir tahun / Penjualan kredit rata-rata harian

Penjualan kredit rata-rata harian ditentukan dengan membagi penjualan kredit bersih dengan 365 hari. Sebagai contoh, dengan menggunakan data-data sebelumnya milik PT. Farah Elektro, jumlah hari penjualan dalam piutang adalah 12,4 seperti diperlihatkan berikut ini :

Jumlah hari penjualan dalam piutang = Piutang usaha, akhir tahun / Penjualan kredit rata-rata harian

Jumlah hari penjualan dalam piutang = Rp 12.200.000 / (Rp 360.000.000 / 365 hari) = 12,4

Agar ukuran-ukuran di atas memiliki arti, ukuran-ukuran tersebut harus dibandingkan dengan ukuran dari periode sebelumnya dan dengan industri secara umum. Peningkatan efisiensi penagihan piutang usaha terjadi jika perputaran piutang usaha meningkat dan jumlah hari penjualan dalam piutang menurun. Semoga bermanfaat.

Akuntansi Itu Mudah - Memahami akuntansi dengan kesederhanaanTerimakasih sudah menyempatkan waktu membaca artikel Analisis Rasio Perputaran Piutang Usaha pada blog kami. Harapan kami semoga artikel ini dapat memberikan nilai tambah untuk anda. Saran dan kritik yang konstruktif sangat kami harapkan guna kemajuan blog kami di masa depan, silahkan menuju page contact us. Sukses untuk anda. Oni Zamroni

 Related on Analisis Rasio Perputaran Piutang Usaha
Laporan Keuangan Adalah
Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah kunci dari analisa setiap bisnis. Tanpa laporan keuangan sebuah usaha akan sulit untuk mengetahui hasil usaha yang telah dilakukan. Hal tersebut tercermin dalam laporan
Pengertian Process Costing System dalam Akuntansi Biaya
Process Costing System dan Penjelasannya Process costing system atau sistem proses. Dengan sistem ini, bahan baku diproses menjadi produk jadi yang terdiri dari unit yang identik. Perusahaan yang memproduksi
Pengertian Laporan Keuangan
Pengertian dan Contoh laporan keuangan Pengertian laporan keuangan . Tujuan utama suatu perusahaan adalah menghasilkan laba semaksimal mungkin. Untuk hasil laba yang maksimal perusahaan harus memiliki perencanaan yang bagus
Cadangan Piutang Ragu-ragu atau Tak Tertagih
Cadangan Piutang Ragu-ragu Metode ini menganut implementasi dari prinsip konservatif. Bila ada kemungkinan biaya muncul (dalam bentuk piutang yang tidak tertagih) maka harus dibuat pencadangannya. Sementara itu, bila ada

Selamat datang di akuntansiitumudah.com
Like and Share!

Social PopUP by Timersys
Home | Archive | About Us | Contact Us | Referensi Situs | Privacy Policy | Sitemap | Copyright © Akuntansi Itu Mudah 2014. All Rights Reserved.