Analisis Keuangan : Analisis Horisontal

Category on Analisis Keuangan

Dasar Analisis Horisontal

Diposkan Oleh Oni Zamroni

Analisis Horisontal

Analisis Horisontal

Analisis horisontal. Pada kesempatan yang lalu kita telah membahas mengenai analisis keuangan tentang rasio kewajiban terhadap ekuitas pemilik dan pada kali ini saya akan menambahkan analisis keuangan yang tentunya tidak kalah penting.

Satu pos item dari laporan keuangan seringkali bermanfaat dalam menginterpretasikan hasil operasi perusahaan. Namun, dengan melakukan perbandingan dengan pos yang sama dari periode sebelumnya, kita dapat memperoleh manfaat yang lebih besar lagi. Perbandingan ini sering disebut sebagai analisis horizontal atau horizontal analysis.

Dalam melakukan analisis horisontal, sutau akun laporan keuangan tahun berjalan dibandingkan dengan akun yang sama pada periode sebelumnya. Kenaikan atau penurunan jumlah pos tersebut dihitung sebagai persentase kenaikan atau penurunan. Dalam membandingkan laporan dari dua periode yang berbeda, laporan keuangan yang lebih awal selalu dijadikan dasar perhitungan untuk analisis horisontal.

Sebagai contoh analisis horisontal, berikut ini ditunjukkan analisis horisontal atas laporan keuangan PT. Angin Ribut yang memperlihatkan trend yang baik maupun yang buruk yang mempengaruhi laporan laba rugi perusahaan.

PT. Angin Ribut
Laporan Laba Rugi
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2011 (dalam ribuan 000)
Kenaikan (Penurunan)
2011 2010 Jumlah Persen

Pendapatan Penjualan

187.500 150.000 37.500

25,0%

Beban Opersi :
Beban Upah 60.000 45.000 15.000 33,3%
Beban Sewa 15.000 12.000 3.000 25,0%
Beban Utilitas 12.500 9.000 3.500 38,9%
Beban Perlengkapan 2.700 3.000 (300) (10,0)%
Beban Lain-lain 2.300 1.800 500 27,8%
Total Beban Operasi 92.500 70.800 21.700 30,6%

Laba Bersih

95.000

79.200 15.800 19,9%

Pada analisis horisontal di atas, kenaikan pendapatan penjualan adalah trend yang baik, demikian pula penurunan beban perlengkapan. Trend yang buruk adalah peningkatan beban upah, beban utilitas, dan beban rupa-rupa. Beban ini meningkat lebih cepat dibanding pendapatan penjualan, dengan total beban operasi yang meningkat sebesar 30,6%.

Secara keseluruhan, laba bersih meningkat sebesar Rp 15.800.000,- atau 19,9%, yaitu kecenderungan atau trend yang menunujukkan peningkatan adari trend sebelumnya. Besarnya peningkatan (penurunan) dari berbagai akun laporan keuangan dan penyebabnya harus ditelusuti (tracing) lebih jauh untuk mengetahui apakah operasi perusahaan masih dapat ditingkatkan efisiensinya.

Kita ambil contoh, salah satunya pada peningkatan beban utilitas adalah akibat dari penambahan kapasitas produksi dari sebelumnya sehingga membutuhkan beban listrik yang lebih besar. Hal ini menjelaskan peningkatan beban utilitas sebesar 38,9% dan peningkatan beban upah sebesar 33,3% akibat adanya penambahan karyawan.

Demikian pula dengan meningkatnya pendapatan, peningkatan pendapatan ini berasal dari hasil penambahan penjualan yang terjadi pada periode berjalan. Jadi, keputusan untuk menambah karyawan merupakan keputusan yang sangat tepat.

Contoh di atas memberikan gambaran mengenai kegunaan analisis horisontal (horizontal analysis) dalam menginterpretasikan dan menganalisis laporan keuangan. Analisis horisontal yang diperlihatkan di atas juga dapat digunakan untuk analisis pada laporan neraca, laporan ekuitas pemilik, dan laporan arus kas.

Demikian artikel kali ini yang berjudul analisis horisontal (horizontal analysis), semoga memberikan tambahan referensi bagi anda yang saat ini sedang membutuhkan. Semoga bermanfaat. ^^

tags: , , ,