Home | Archive | About Us | Contact Us | Submit Article     


Home » Analisis Keuangan » Analisis Keuangan : Rasio Kewajiban Terhadap Ekuitas Pemilik


Analisis Keuangan : Rasio Kewajiban Terhadap Ekuitas Pemilik

Monday, April 9th, 2012 | on Analisis Keuangan


Rasio Kewajiban Terhadap Ekuitas Pemilik

Diposkan Oleh Oni Zamroni

Analisisis Keuangan : Rasio Kewajiban Terhadap Ekuitas Pemilik

Analisisis Keuangan : Rasio Kewajiban Terhadap Ekuitas Pemilik

Pada dasarnya laporan akuntansi keuangan adalah sebuah alat bagi manajemen untuk melaporkan aktivitas opersai perusahaan kepada pemilik. Selain itu, laporan keuangan juga berguna bagi banker, kreditor, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya dalam menganalisis serta menginterpretasikan kinerja keuangan dan konsisi perusahaan.

Pada kali ini kita akan membahas mengenai alat yang biasa digunakan untuk menganalisis serta menginterpretasikan kinerja keuangan dan kondisi perusahaan. Salah satunya terutama berguna dalam menganalisis kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban atau utang perusahaan.

Hubungan antara kewajiban dengan ekuitas pemilik dapat dinyatakan dalam rasio sebagai berikut :

Rasio Kewajiban Terhadap Ekuitas Pemilik = Total Kewajiban / Total Ekuitas Pemilik (total ekuitas pemegang saham)

Sebagai contoh, rasio kewajiban terhadap ekuitas pemilik PT. Angin Ribut pada akhir tahun 2011 adalah sebesar 0,025 dengan perhitungan sebagai berikut :

Rasio Kewajiban Terhadap Ekuitas Pemilik = 62.500.000 / 2.500.000.000 = 0,025

Untuk korporasi, biasanya istilah total ekuitas pemilik diganti dengan total ekuitas pemegang saham. Oleh karena itu, pada saat menghitung rasio ini untuk perusahaan korporasi, istilah ekuitas pemilik harus diganti dengan ekuitas pemegang saham.

Dalam hal prioritas, hak kreditor terhadap aktiva perusahaan lebih tinggi daripada hak pemilik modal atau pemegang saham. Dengan demikian, semakin kecil rasio kewajiban terhadap ekuitas pemilik, semakin baik kemampuan perusahaan untuk bertahan dalam kondisi yang buruk dan tetap dapat memenuhi kewajibannya terhadap kreditor.

Sebagai islustrasi, rasio 1 (satu) menyatakan bahwa kewajiban dan ekuitas pemilik mempunyai nilai yang sama. Dengan kata lain, jika perusahaan mengalami kerugian sebesar jumlah kewajibannya, maka total aktiva perusahaan yang masih tersisa untuk kreditor akan persis sama dengan jumlah klaim mereka atas aktiva tersebut.

Apabila hal ini terjadi, kreditor masih dapat menerima pembayaran atas pinjaman yang mereka berikan kepada perusahaan sedangkan pemilik modal tidak akan mendapatkan apapun dari perusahaan. Sebaliknya, apabila rasio tersebut adalah 3 (tiga), maka kerugian yang jumlahnya lebih besar dari sepertiga kewajiban akan menyebabkan total aktiva perusahaan yang tersisa tidak mencukupi untuk menutup klaim kreditor.

Demikian artikel kali ini yang berjudul Analisis keuangan: Rasio kewajiban terhadap ekuitas pemilik, semoga menambah pengetahuan anda mengenai akuntansi. Semoga bermanfaat.

Artikel ini bersumber dari buku Prinsip-prinsip akuntansi Jilid 1 Edisi 19 yang disusun oleh Niswonger, Warren, Reeve, Fess.

Jika dirasa bermanfaat silahkan share artikel ini kepada rekan yang lain ^_^

Akuntansi Itu Mudah - Memahami akuntansi dengan kesederhanaanTerimakasih sudah menyempatkan waktu membaca artikel Analisis Keuangan : Rasio Kewajiban Terhadap Ekuitas Pemilik pada blog kami. Harapan kami semoga artikel ini dapat memberikan nilai tambah untuk anda. Saran dan kritik yang konstruktif sangat kami harapkan guna kemajuan blog kami di masa depan, silahkan menuju page contact us. Sukses untuk karir dan kehidupan anda. Oni Zamroni
 



 Related on Analisis Keuangan : Rasio Kewajiban Terhadap Ekuitas Pemilik
Pengertian Akuntansi Biaya dan Peranannya
Thursday, January 10th, 2013
Definisi dan Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya atau kerap disebut cost accounting adalah
Istilah Istilah Akuntansi dalam Bahasa Inggris
Saturday, August 11th, 2012
Istilah Akuntansi Bagian D Debit > Debet > Sisi kiri perkiraan > Jumlah
Kamus Istilah Akuntansi Bagian N
Wednesday, September 12th, 2012
Istilah Akuntansi Bagian N Natural business year > Tahun usaha alami > Suatu
Kamus Istilah Akuntansi Bagian V
Friday, September 21st, 2012
Kamus Istilah Akuntansi Bagian V Variable cost concept > Konsep biaya variabel >
PPh Final Pasal 4 ayat 2 : PPh Final Atas Penjualan Tanah dan Bangunan
Saturday, March 16th, 2013
Contoh PPh Pasal 4 ayat 2 atas Penjualan Tanah dan Bangunan Oleh: Agus

Related Searches : , , ,

Home | Archive | About Us | Contact Us | Referensi Situs | Privacy Policy | Sitemap | Copyright © Akuntansi Itu Mudah 2013. All Rights Reserved.