Home | Archive | About Us | Contact Us | Submit Article       



Home » Akuntansi Dasar » Buku Besar


Buku Besar

Category on Akuntansi Dasar


Perkiraan Buku Besar

Diposkan oleh Oni Zamroni

akuntansi buku besar

Buku Besar Akuntansi

Buku besar merupakan alat yang dipergunakan dalam mencatat suatu perubahan yang terjadi pada perkiraan-perkiraan tertentu yang dipengaruhi oleh adanya transaksi keuangan. Jika anda masih bingung dengan pengertian tersebut, kita langsung praktek aja yah :).

Mencatat  transaksi dalam daftar jurnal bisa dikatakan sudah tidak praktis lagi (lihat pencatatan transaksi). Sebagai gantinya perusahaan membuat satu catatan akun untuk masing-masing jenis harta, utang, dan modal. Demikian juga dengan pendapatan, biaya, dan prive (penarikan dana oleh pemilik), masing-masing juga dibuat catatan tersendiri yang lazim disebut perkiraan buku besar atau akun atau account atau rekening buku besar. Bentuk dari account buku besar dapat digambarkan seperti di bawah ini :

Nama Perkiraan :                                                                               No. :

Debit                                                                                                       Kredit

Tgl.

Keterangan

Ref.

Jumlah

Tgl.

Keterangan

Ref.

Jumlah

 1 2 3

 

Jika kita teliti akun buku besar di atas, terdapat empat kolom pertama dari kiri itu sama dengan empat kolom kedua. Empat kolom di sebelah kiri disebut sisi debit dan empat kolom di sebelah kanan disebut sisi kredit. Anda tentunya masih ingat kan dengan pembahasan mengenai dasar akuntansi, jika lupa silahkan lihat topik dasar akuntansi :).


Menggunakan Perkiraan Buku Besar

Jumlah account buku besar yang harus digunakan tidak sama antara satu perusahaan dengan perusahaan lain. Jika perusahaan memiliki empat jenis harta yang terdiri dari kas, piutang, perlengkapan dan peralatan maka perusahaan membuat empat account untuk harta. Untuk mencatat saldo dan perubahan kas disediakan satu perkiraan dengan nama “Kas”.

Untuk mencatat piutang disediakan satu perkiraan “Piutang” dan seterusnya. Demikian juga dengan hutang dan modal serta pendapatan. Selanjutnya perusahaan biasanya mengeluarkan macam-macam biaya atau beban misalnya beban gaji, beban listrik dan sebagainya. Masing-masing jenis beban disediakan satu account buku besar.

Jika kita ingat pada persamaan akuntansi pada artikel sebelumnya, harta secara normal dicatat di sisi kiri, dengan itu saldo Kas dicatat di sebelah kiri (debit) dan jika berkurang dicatat di sisi kanan (kredit).

Misalnya perusahaan anda meneriman uang kas sebesar Rp 1 juta yang berasal dari pinjaman Rp 250 ribu dan dari dana pribadi anda sebesar Rp 750 ribu, maka jurnalnya adalah:

Keterangan Debit Kredit
Kas 1.000.000,- -
Utang - 250.000,-
Modal Pemilik - 750.000,-

 

Jika kita memasukan jurnal transaksi tersebut ke dalam perkiraan buku besar maka akan terlihat sebagai berikut:

Kas

Tgl.

Keterangan

Ref.

Jumlah

Tgl.

Keterangan

Ref.

Jumlah

1.000.000,-

 

Pada perkiraan buku besar kas, penambahan uang Rp 1.000.000,- akan dicatat pada sisi debit. Dan jika ada pengurangan akan di catat di sisi kredit

 

Utang

Tgl.

Keterangan

Ref.

Jumlah

Tgl.

Keterangan

Ref.

Jumlah

250.000,-

 

Pada persamaan akuntansi saldo normal utang dicatat di sisi kanan, oleh karena itu saldo utang dicatat di account buku besar utang pada sisi sebelah kanan. Jika utang bertambah, maka penambahannya dicatat pada sisi kanan (kredit), dan apabila berkurang, maka utang dicatat pada sisi kiri (debit).

 

Modal Pemilik

Tgl.

Keterangan

Ref.

Jumlah

Tgl.

Keterangan

Ref.

Jumlah

750.000,-

 

Seperti halnya utang, modal pemilik pada persamaan akuntansi memiliki saldo normal yang terletak di sebelah kanan, dengan begitu jika ada penambahan modal pemilik maka dicatat pada sisi sebelah kanan (kredit) dan apabila ada pengurangan modal pemilik maka akan dicatat pada sisi sebelah kiri (debit). Semoga bermanfaat, untuk topik lainnya silahkan lihat Pencatatan Akuntansi.

Akuntansi Itu Mudah - Memahami akuntansi dengan kesederhanaanTerimakasih sudah menyempatkan waktu membaca artikel Buku Besar pada blog kami. Harapan kami semoga artikel ini dapat memberikan nilai tambah untuk anda. Saran dan kritik yang konstruktif sangat kami harapkan guna kemajuan blog kami di masa depan, silahkan menuju page contact us. Sukses untuk anda. Oni Zamroni

 Related on Buku Besar
Siklus Pencatatan Akuntansi Koperasi
Siklus Pencatatan Akuntansi Koperasi Siklus akuntansi koperasi. Pada dasarnya pencatatan pada sistem akuntansi koperasi menganut sistem akuntansi yang lazim seperti halnya yang diterapkan oleh perusahaan dagang, jasa, maupun manufaktur.
Akuntansi Biaya
Gambaran Umum Akuntansi Biaya Diposting oleh Oni Zamroni Di masa lalu, akuntansi biaya secara luas dianggap sebagai cara perhitungan atas nilai persediaan yang dilaporkan di neraca dan nilai harga
Amortisasi Aktiva Tidak Berwujud
Amortisasi Aktiva Tidak Berwujud Aktiva tetap terdiri dari aktiva tetap yang nyata terlihat atau berwujud (tangible asset) serta aktiva tetap yang tidak nyata atau berwujud (intangible). Contoh aktiva intangible
Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan
Laporan Arus Kas Laporan arus kas terdiri dari tiga seksi atau bagian yaitu, (1) aktivitas operasi, (2) aktivitas investasi, dan (3) aktivitas pendanaan. Arus kas dari aktivitas operasi Bagian

Related Searches : , , ,
Selamat datang di akuntansiitumudah.com
Like and Share!

Social PopUP by Timersys
Home | Archive | About Us | Contact Us | Referensi Situs | Privacy Policy | Sitemap | Copyright © Akuntansi Itu Mudah 2014. All Rights Reserved.