Home | Archive | About Us | Contact Us | Submit Article       



Home » Akuntansi Dasar » Koreksi Kesalahan dalam Jurnal Akuntansi


Koreksi Kesalahan dalam Jurnal Akuntansi

Category on Akuntansi Dasar


Bagaimana mengoreksi kesalahan dalam akuntansi?

Koreksi akuntansi. Dalam pencatatan akuntansi terkadang kita melakukan kesalahan dalam melakukan jurnal dan pemosan (posting) transaksi. Pada artikel ini akan dijelaskan mengenai bagaimana kesalahan tersebut dapat ditemukan dan dikoreksi. Namun dalam kasus tertentu, terdapat kesalahan yang tidak begitu penting sehingga tidak mempengaruhi keputusan manajemen atau pengguna laporan keungan lainnya.

Dalam kasus seperti ini, konsep materialitas (materiality concept) menyatakan bahwa kesalahan dapat ditangani dengan cara yang paling mudah. Misalnya, kesalahan beberapa ribu rupiah saja dalam pencatatan aktiva yang dinyatakan sebagai beban pada perusahaan yang memiliki aktiva jutaan rupiah akan dianggap sebagai kesalahan yang tidak material dan tidak dibutuhkan koreksi.

Koreksi Kesalahan Akuntansi

Prosedur yang digunakan untuk mengoreksi kesalahan dalam jurnal atau pemosan sangat bergantung pada sifat dan waktu ditemukannya kesalahan. Prosedur tersebut bisa dilihat di bawah ini:

Kesalahan Prosedur Koreksi
1 Ayat jurnal tidak benar tetapi tidak diposkan. Coret kesalahan tersebut dan cantumkan judul atau jumlah yang benar
2 Ayat jurnal sudah benar tetapi diposkan secara keliru. Coret kesalahan tersebut dan lakukan pemosan yang benar.
3 Ayat jurnal tidak benar dan sudah diposkan Buatlah jurnal dan pemosan untuk mengoreksi kesalahan tersebut.

Dua jenis kesalahan dalam daftar di atas dapat diperbaiki hanya dengan mencoret jumlah yang salah dan memasukkan angka yang benar atau nama akun yang benar. Orang yang melakukan kesalahan biasanya memberi paraf pada coretan tersebut untuk mengantisipasi jika kelak ada pertanyaan sehubungan dengan itu.

Mengoreksi kesalahan ketiga dalam daftar di atas lebih rumit. Sebagai contoh, misalkan pada tanggal 5 Mei pembelian peralatan kantor sebesar Rp 12.500.000,- secara kredit salah dibukukan sebagai debit ke akun Perlengkapan dan dibukukan sebagai kredit ke akun Utang usaha.

Perlengkapan Utang usaha
Salah :  12.500.000  12.500.000

Sebelum membuat ayat jurnal koreksi, akan lebih baik jika terlebih dahulu ditentukan debit dan kredit ke akun yang seharusnya seperti terlihat pada akun T dibawah ini.

Peralatan kantor Utang usaha
Benar :  12.500.000  12.500.000

Dengan memmandingkan kedua set akun tersebut akan terlihat bahwa kesalahan pendebitan sebesar Rp 12.500.000,- ke dalam akun Perlengkapan dapat dikoreksi dengan mendebit akun Peralatan kantor sebesar Rp 12.500.000,- dan mengkredit Perlengkapan sebesar jumlah yang sama. Ayat jurnal koreksi ini kemudian dijurnal dan diposkan sebagai berikut :

Keterangan Dr Cr
31 Mei Peralatan kantor                   12.500.000                                       -
Perlengkapan                                       -                   12.500.000

Lihat artikel terbaru lainnya, Contoh Neraca Saldo Akuntansi dan Rasio Harga Terhadap Laba Saham.

Akuntansi Itu Mudah - Memahami akuntansi dengan kesederhanaanTerimakasih sudah menyempatkan waktu membaca artikel Koreksi Kesalahan dalam Jurnal Akuntansi pada blog kami. Harapan kami semoga artikel ini dapat memberikan nilai tambah untuk anda. Saran dan kritik yang konstruktif sangat kami harapkan guna kemajuan blog kami di masa depan, silahkan menuju page contact us. Sukses untuk anda. Oni Zamroni

 Related on Koreksi Kesalahan dalam Jurnal Akuntansi
Kompensasi Kerugian Fiskal
Apa Itu Kompensasi Kerugian Fiskal Oleh : Agus Sulaeman Kompensasi kerugian fiskal. Apakah anda pernah bertanya pada diri anda sendiri dengan pertanyaan yang dimulai dengan kata apa, siapa, kapan, kenapa, dimana,
Saldo Normal Harga Pokok Produksi
Saldo normal harga pokok produksi Harga pokok produksi adalah biaya-biaya yang muncul akibat dari proses pembuatan persediaan barang jadi yang akan dijual. Harga pokok produksi biasanya ada dalam perusahaan
PPh Pasal 4 ayat 2 atas Persewaan Gedung dan atau Bangunan
PPH Pasal 4 (2) atas Persewaan Gedung dan/atau Bangunan Oleh : Agus Sulaeman PPh Pasal 4 ayat 2. Pembahasan kali ini mengenai Pajak Penghasilan / PPh Pasal 4 ayat 2
Saldo Normal Akuntansi
Penjelasan saldo normal dalam akuntansi Saldo normal akun. Jumlah kenaikan yang dicatat dalam akun biasanya sama atau lebih besar dari pada jumlah penurunan yang tercatat dalam akun tersebut. Karena

Related Searches : , , , ,
Selamat datang di akuntansiitumudah.com
Like and Share!

Social PopUP by Timersys
Home | Archive | About Us | Contact Us | Referensi Situs | Privacy Policy | Sitemap | Copyright © Akuntansi Itu Mudah 2014. All Rights Reserved.