Home | Archive | About Us | Contact Us | Submit Article       



Home » Pajak » Pajak Penghasilan » Penyusutan Aktiva Tetap Menurut Pajak Terbaru


Penyusutan Aktiva Tetap Menurut Pajak Terbaru

Category on Pajak Penghasilan


Pengelompokan Aktiva Tetap Berdasarkan UU Perpajakan Di Indonesia

Oleh : Agus Sulaeman

Penyusutan aktiva tetap menurut pajak. Aktiva tetap adalah salah satu unsur dalam laporan keuangan yang terdapat dalam neraca/balance sheet dalam artikel ini mengemukakan tentang pembagian aktiva berdasarkan kelompoknya yang kemudian digolongkan kembali berdasarkan jenisnya menurut Undang-undang (UU) perpajakan di indonesia.

Kelompok bangunan dibagi menjadi 2 yaitu :

  1. Kelompok bangunan permanen (20 tahun)
  2. Kelompok bangunan tidak permanen (10 tahun)

Kelompok bukan bangunan dibagi menjadi 4 yaitu :

  1. Golongan 1 (1-4 tahun)
  2. Golongan 2 (4-8 tahun)
  3. Golongan 3 (8-16 tahun)
  4. Golongan 4 (16-20 tahun)

Ada 2 metode penyusutan yang di akui pajak yaitu :

  1. Metode straight line/garis lurus
  2. Metode double declining balance/saldo menurun ganda yang telah diatur dalam UU no. 17 2002 tentang pajak penghasilan pasal 11 yang mengatur tentang pengelompokan aktiva tetap berdasarkan golongannya masing-masing :
Kelompok harta berwujud Umur Ekonomis/ masa manfaat (tahun) Garis lurus Saldo menurun Ganda
I. Bukan Bangunan
Kelompok 1 01-Apr 25% 50%
Kelompok 2 04-Agust 12,50% 25%
Kelompok 3 Agust-16 6,25% 12,50%
Kelompok 4 16-20 5% 10%
II. Bangunan
Permanen 20 5% -
Tidak permanen 10 10% -
Jenis-jenis harta berwujud berdasarkan kelompok nya dapat dilihat di keputusan menteri keuangan no. 138/kmk.03/2002 tanggal 6 april 2002. Berikut adalah contoh sederhana penghitungan penyusutan dengan metode garis lurus dan metode saldo menurun.
Penyusutan Aktiva Tetap Menurut PajakMetode Garis Lurus banyak disukai dan digunakan oleh perusahaan dalam menghitung penyusutan karena metode ini cukup mudah dimengerti, sederhana dan mudah.

Rumus metode garis lurus = (HP – NS):UE

HP = harga perolehan

NS = Nilai Sisa

UE = Umur Ekonomis

Contoh :

Tanggal 15 2012 mei badu membeli komputer seharga Rp 15.000.000 umur ekonomis 4 tahun dengan nilai sisa Rp 4.000.000, hitung akumulasi penyusutan s.d oktober 2012.

Jawab :

Rp 15.000.000 – Rp 4.000.000 ÷ (4×12)

= 11.000.000 ÷ 48

= 229.166,67 >>>>> penyusutan perbulan

Akumulsai penyusutan s.d oktober 2012 (6 bulan) adalah :

= 229.166,67 x 6

= 1.375.000 >>>>> penyusutan 6 bulan (mei s.d oktober)

Metode saldo menurun ganda adalah penyusutan yang menggunakan tarif penyusutan 2 x dari metode garis lurus

Jawaban soal diatas dengan perhitungan saldo menurun ganda :

Penyusutan perbulan = 229.166,67 x 2

= 458.333,33

= (229.166,67 x 6) x 2

= 1.375.000 x 2

= 2.750.000 >>>>> penyusutan 6 bulan (mei s.d oktober)

Demikian artikel tentang pengelompokan aktiva berdasarkan UU perpajakan di Indonesia, semoga memberikan tambahan informasi untuk anda. Untuk artikel lainnya silahkan lihat PPh final pasal 4 ayat 2 dan Objek Pajak Penghasilan. Semoga bermanfaat.

Akuntansi Itu Mudah - Memahami akuntansi dengan kesederhanaanTerimakasih sudah menyempatkan waktu membaca artikel Penyusutan Aktiva Tetap Menurut Pajak Terbaru pada blog kami. Harapan kami semoga artikel ini dapat memberikan nilai tambah untuk anda. Saran dan kritik yang konstruktif sangat kami harapkan guna kemajuan blog kami di masa depan, silahkan menuju page contact us. Sukses untuk anda. Oni Zamroni

 Related on Penyusutan Aktiva Tetap Menurut Pajak Terbaru
Metode Rata-rata - Penilaian Persediaan
Metode Rata-rata – Penilaian Persediaan Penggunaan metode ini sangat mudah. Yang dibutuhkan hanya jumlah pembelian dalam satu periode (biasanya satu tahun buku), berupa jumlah kuantitas dan nilai pembelian dalam
Kurs Tengah BI Bulan April 2013
Kurs Tengah BI Bulan April 2013 Mata Uang Dolar (USD) Berikut adalah daftar kurs tengah Bank Indonesia (BI) untuk bulan April 2013 pada mata uang Dolar (USD). Nilai Kurs Jual Kurs
Kurs Pajak Bulan Januari 2014
Kurs Pajak Januari 2014 Berikut daftar kurs pajak periode bulan januari 2014. Data ini bisa anda gunakan untuk transaksi perusahaan yang menggunakan mata uang asing. Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
Koreksi Kesalahan dalam Jurnal Akuntansi
Bagaimana mengoreksi kesalahan dalam akuntansi? Koreksi akuntansi. Dalam pencatatan akuntansi terkadang kita melakukan kesalahan dalam melakukan jurnal dan pemosan (posting) transaksi. Pada artikel ini akan dijelaskan mengenai bagaimana kesalahan

Related Searches : , , ,
Home | Archive | About Us | Contact Us | Referensi Situs | Privacy Policy | Sitemap | Copyright © Akuntansi Itu Mudah 2014. All Rights Reserved.