HOME
Home » Pajak Penghasilan » Penyusutan Aktiva Tetap Menurut Pajak Terbaru

Penyusutan Aktiva Tetap Menurut Pajak Terbaru

Posted at March 16th, 2013 | Categorised in Pajak Penghasilan

Pengelompokan Aktiva Tetap Berdasarkan UU Perpajakan Di Indonesia

Oleh : Agus Sulaeman

Penyusutan aktiva tetap menurut pajak. Aktiva tetap adalah salah satu unsur dalam laporan keuangan yang terdapat dalam neraca/balance sheet dalam artikel ini mengemukakan tentang pembagian aktiva berdasarkan kelompoknya yang kemudian digolongkan kembali berdasarkan jenisnya menurut Undang-undang (UU) perpajakan di indonesia.

Kelompok bangunan dibagi menjadi 2 yaitu :

  1. Kelompok bangunan permanen (20 tahun)
  2. Kelompok bangunan tidak permanen (10 tahun)

Kelompok bukan bangunan dibagi menjadi 4 yaitu :

  1. Golongan 1 (1-4 tahun)
  2. Golongan 2 (4-8 tahun)
  3. Golongan 3 (8-16 tahun)
  4. Golongan 4 (16-20 tahun)

Ada 2 metode penyusutan yang di akui pajak yaitu :

  1. Metode straight line/garis lurus
  2. Metode double declining balance/saldo menurun ganda yang telah diatur dalam UU no. 17 2002 tentang pajak penghasilan pasal 11 yang mengatur tentang pengelompokan aktiva tetap berdasarkan golongannya masing-masing :
Kelompok harta berwujud Umur Ekonomis/ masa manfaat (tahun) Garis lurus Saldo menurun Ganda
I. Bukan Bangunan
Kelompok 1 01-Apr 25% 50%
Kelompok 2 04-Agust 12,50% 25%
Kelompok 3 Agust-16 6,25% 12,50%
Kelompok 4 16-20 5% 10%
II. Bangunan
Permanen 20 5% -
Tidak permanen 10 10% -
Jenis-jenis harta berwujud berdasarkan kelompok nya dapat dilihat di keputusan menteri keuangan no. 138/kmk.03/2002 tanggal 6 april 2002. Berikut adalah contoh sederhana penghitungan penyusutan dengan metode garis lurus dan metode saldo menurun.
Penyusutan Aktiva Tetap Menurut PajakMetode Garis Lurus banyak disukai dan digunakan oleh perusahaan dalam menghitung penyusutan karena metode ini cukup mudah dimengerti, sederhana dan mudah.

Rumus metode garis lurus = (HP – NS):UE

HP = harga perolehan

NS = Nilai Sisa

UE = Umur Ekonomis

Contoh :

Tanggal 15 2012 mei badu membeli komputer seharga Rp 15.000.000 umur ekonomis 4 tahun dengan nilai sisa Rp 4.000.000, hitung akumulasi penyusutan s.d oktober 2012.

Jawab :

Rp 15.000.000 – Rp 4.000.000 ÷ (4×12)

= 11.000.000 ÷ 48

= 229.166,67 >>>>> penyusutan perbulan

Akumulsai penyusutan s.d oktober 2012 (6 bulan) adalah :

= 229.166,67 x 6

= 1.375.000 >>>>> penyusutan 6 bulan (mei s.d oktober)

Metode saldo menurun ganda adalah penyusutan yang menggunakan tarif penyusutan 2 x dari metode garis lurus

Jawaban soal diatas dengan perhitungan saldo menurun ganda :

Penyusutan perbulan = 229.166,67 x 2

= 458.333,33

= (229.166,67 x 6) x 2

= 1.375.000 x 2

= 2.750.000 >>>>> penyusutan 6 bulan (mei s.d oktober)

Demikian artikel tentang pengelompokan aktiva berdasarkan UU perpajakan di Indonesia, semoga memberikan tambahan informasi untuk anda. Untuk artikel lainnya silahkan lihat PPh final pasal 4 ayat 2 dan Objek Pajak Penghasilan. Semoga bermanfaat.

Categories