Home | Archive | About Us | Contact Us | Submit Article       



Home » Akuntansi Dasar » Piutang Usaha


Piutang Usaha

Category on Akuntansi Dasar


Penjelasan mengenai piutang usaha dan bagiannya

Piutang usaha (Account Receivable) adalah klaim yang diajukan kepada pihak lain dalam bentuk uang, barang, atau jasa. Piutang usaha timbul dari suatu siklus normal bisnis, yaitu siklus dalam perusahaan yang dimulai dari uang kas, membeli bahan baku, mengolah bahan baku menjadi produk. Menjual dengan kredit atau nilai tunai, memiliki piutang, dan kemudian menerima pembayaran piutang dalam bentuk kas.

Piutang usaha menjadi penting untuk dianalisis karena dalam praktek sehari-hari hampir semua penjualan yang terjadi jarang yang tunai atau cash and carry. Dengan demikian, diperlukan waktu untuk merealisasi pembayarannya. Waktu ini bisa berkisar dari hari, minggu, atau bahkan bulan tergantung jenis pembayarannya.

Meskipun ada dua jenis usaha yang merealisasi penjualannya dengan tunai saat itu juga, misalnya perusahaan penjualan eceran seperti pompa bensin, tol, supermarket dan sebagainya. Penjualan tunai juga hampir selalu dipersyaratkan untuk penjualan kepada pembeli yang track record-nya belum diketahui. Bila kemudian ternyata lancar, pembelian berikutnya dapat dilakukan dengan kredit yang berarti melibatkan perkiraan piutang.

Piutang Usaha

Piutang dalam penyajian di laporan keuangan harus dibedakan menjadi:

  • Piutang dagang (trade receivables)
  • Piutang bukan dagang (non-trade receivables)

Piutang dagang timbul dari siklus normal bisnis, umunya dari hasil penjualan produk kepada pembeli. Piutang bukan dagang adalah segala piutang yang timbul di luar transaksi penjualan atau transaksi bisnis perusahaan.

Piutang non-dagang dipisahkan penyajiannya untuk memberikan informasi yang lebih lengkap karena piutang ini muncul bukan dari kegiatan inti perusahaan. Oleh karena itu, dalam menganalisis kinerja perusahaan hanya dipakai angka piutang dagang. Yang termasuk piutang non-dagang adalah pinjaman yang diberikan kepada karyawan perusahaan, penjualan aktiva yang tidak dibayar tunai, penjualan harta lain perusahaan, dan lainnya.

Penyajian jumlah piutang dalam laporan keuangan harus mencerminkan suatu jumlah yang dapat direalisasi dalam bentuk kas. Artinya, bila ada piutang yang dimiliki oleh suatu perusahaan, namun kecil kemungkinan dapat ditagih, piutang ini harus dikeluarkan dari total piutang. Piutang tidak tertagih biasa terjadi karena satu atau lain hal. Oleh karena itu, piutang yang dicantumkan dalam laporan keuangan adalah piutang dikurangi dengan kemungkinan tidak tertagihnya sebagian dari piutang yang ada.

Akuntansi Itu Mudah - Memahami akuntansi dengan kesederhanaanTerimakasih sudah menyempatkan waktu membaca artikel Piutang Usaha pada blog kami. Harapan kami semoga artikel ini dapat memberikan nilai tambah untuk anda. Saran dan kritik yang konstruktif sangat kami harapkan guna kemajuan blog kami di masa depan, silahkan menuju page contact us. Sukses untuk anda. Oni Zamroni

 Related on Piutang Usaha
Kurs Tengah BI Bulan April 2014
Kurs Tengah BI Bulan April 2014 Mata Uang Dolar (USD) Kurs tengah Bank Indonesia Periode : Bulan April 2014 Mata Uang : Dolar (USD) Sumber : Bank Indonesia (yang
Kurs Tengah BI Hari ini 23 Mei 2014
Kurs Tengah Bank Indonesia Hari ini 23 Mei 2014 Satuan Kurs Tengah Dolar Australia - AUD 1,00 Rp10.737,36 Rp10.629,00 Rp10.683,18 Dolar Brunei D. - BND
Istilah Akuntansi Indonesia Inggris
Istilah Akuntansi Bagian G General journal > Jurnal umum > Formulir dua lajur untuk mencatat ayat-ayat jurnal yang tidak masuk ke dalam jurnak khusus. General ledger > Buku besar

Related Searches : , , ,
Selamat datang di akuntansiitumudah.com
Like and Share!

Social PopUP by Timersys
Home | Archive | About Us | Contact Us | Referensi Situs | Privacy Policy | Sitemap | Copyright © Akuntansi Itu Mudah 2014. All Rights Reserved.