Home | Archive | About Us | Contact Us | Submit Article       



Home » General Akuntansi » Prinsip-Prinsip Akuntansi


Prinsip-Prinsip Akuntansi

Category on General Akuntansi


Prinsip-prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum

Diposkan Oleh Oni Zamroni

Jika manajemen perusahaan mencatat dan melaporkan data keuangan seperti yang diinginkannya, maka untuk membandingkan antara perusahaan yang satu dengan lainnya akan sulit, dikarenakan masing-masing pihak memiliki standar yang berbeda untuk penyusunannya. Oleh karena itu, akuntan keuangan mengikuti prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (generally accepted accounting principles/GAAP) dalam membuat laporan keuangan.

Dengan adanya prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum akan memudahkan bagi para akuntan atau akunting dalam menyusun laporan keuangan dan akan memberikan informasi yang relevan bagi para investor dan pemegang saham untuk membandingkan perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lainnya pada satu periode akuntansi.

Prinsip-Prinsip Akuntansi Yang Berlaku Umum

Prinsip-Prinsip Akuntansi Yang Berlaku Umum

Untuk menggambarkan penitngnya prinsip-prinsip akuntansi atau prinsip dasar akuntansi, asumsikan bahwa setiap pertandingan sepak bola menggunakan peraturan yang berbeda dalam menentukan jumlah pemain. Dari Persib FC menentukan jumlah pemain sebanyak 14 orang sedangkan dari Persija FC menentukan pemain dengan jumlah 10 orang. Hal tersebut akan sulit untuk mengevaluasi tim-tim dibawah peraturan yang berbeda.

Suatu peraturan dan sistem penilaian standar yang dibuat akan membantu para penggemar untuk membandingkan hasil pertandingan dari tim-tim tersebut. Begitu juga prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum memungkinkan dilakukannya perbandingan kinerja dan kondisi keuangan antar perusahaan.

Penelitian telah banyak dilakukan guna pengembangan konsep dan prinsip akuntansi, juga di lihat dari praktek akuntansi pada operasi sehari-hari, dan tentunya tidak terlepas dari informasi lembaga yang mempunyai kewenangan. Financial Accounting Standard Board (FASB) saat ini adalah lembaga yang mempunyai kewenangan penuh di Amerika Serikat (AS) yang mempunyai tugas utama yaitu meneliti dan mengembangkan prinsip-prinsip ilmu akuntansi. FASB menerbitkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dan Interpretasinya (Statement of Financial Accounting Standard and Interpretations).

Di negara Indonesia yang memiliki kewenagan yang sama dalam mengembangkan prinsip-prinsip akuntansi adalah Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dengan berbagai seksi yang terdapat dalam organisasi tersebut.

Karena GAAP berdampak pada bagaimana perusahaan membuat laporan dan apa yang akan mereka laporkan, semua pihak yang berkepentingan akan memberikan perhatian pada pembuatan perinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum tersebut. Prinsip-prinsip akuntansi yang harus dipegang teguh oleh para akuntan dan pihak-pihak yang berkepentingan dalam penyusunan laporan keyangan adalah sebagai berikut:

Konsep Entitas Usaha

Satu unit usaha yang berdiri sendiri merupakan entitas usaha atau satuan usaha dimana data ekonomi perlu disiapkan. Entitas ini dapat merupakan dealer mobil, toko serba ada, ataupun toko bahan makanan. Entitas harus diidentifikasi agar akuntan dapat menentukan data ekonomi mana yang harus dianalisis, dicatat, dan diikhtisarkan dalam laporan keuangan.

Konsep entitas usaha (atau disebut business entity concept) penting karena membatasi data ekonomi dalam sistem akuntansi terhadap data yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha. Dengan kata lain, perusahaan dilihat sebagai entitas bisnis yang terpisah dari pemegang saham atau pemilik, kreditor, ataupun pihak yang memiliki kepentingan. Misalnya, seorang akuntan dipekerjakan pada suatu perusahaan perorangan, akuntan tersebut hanya akan melaksanakan pencatatan pembukuan atas kegiatan operasi perusahaan saja, dan tidak bercampur dengan transaksi pribadi si pemilik perusahaan.

Konsep Biaya

Jika suatu bangunan dibeli dengan harga Rp 750 Juta, maka harga beli tersebut harus dituangkan ke dalam catatan pembukuan akuntansi. Penjual mungkin sebelumnya menginginkan harga yang lebih tinggi yaitu Rp 800 Juta untuk bangunan tersebut, sementara pembeli mungkin sebelumnya menawar Rp 700 Juta untuk bangunan tersebut. Atau pada saat pembeli sudah menyelesaikan transaksi dengan penjual dan keesokan harinya bangunan tersebut sudah ada yang menawar dengan harga Rp 850 Juta.

Jumlah-jumlah tersebut tidak mempunyai dampak apapun terhadap pencatatan akuntansi, karena tidak mempengaruhi pertukaran bangunan dari penjual kepada si pembeli. Pada transaksi di atas yang dicatat dalam pembukuan akuntansi oleh pembeli adalah Rp 750 Juta, karena merupakan harga transaksi yang sebenarnya.

Melanjutkan ilustrasi di atas, tawaran seharga Rp 850 Juta diterima oleh pembeli pada keesokan harinya menunjukkan bahwa harga beli sebesar Rp 750 Juta termasuk harga yang murah. Namun apabila harga Rp 850 Juta dimasukkan dalam pembukuan akuntansi, maka hal tersebut merupakan laba yang belum terealisasi. Jika telah terjadi penjualan bangunan seharga Rp 850 Juta, maka laba sebesar Rp 100 Juta akan direalisasi dan dicatat dalam pembukuan akuntansi. Dan kemudian pemilik baru akan mencatat harga perolehan baru sebesar Rp 850 Juta sebagai harga perolehan bangunan.

Penggunaan konsep biaya melibatkan dua konsep akuntansi penting lainnya yaitu objektivitas dan unit pengukuran. Konsep objektivitas (objectivity concept) mensyaratkan bahwa catatan dan laporan akuntansi harus didasarkan pada bukti objektif. Dalam pertukaran antara pembeli dan penjual, keduanya mencoba atau berusaha mendapatkan harga terbaik. Hanya jumlah akhir yang dicapai merupakan bukti terpenuhinya tujuan akuntansi. Jika nilai proferti atau aktiva tetap yang dicatat secara konstan direvisi ke atas atau ke bawah berdasarkan penawaran, penilaian dan opini, maka laporan akuntansi menjadi tidak stabil serta tidak dapat diandalkan.

Konsep unit pengukuran (unit of measure concept) mensyaratkan data ekonomi dicatat dalam satuan mata uang. Uang merupakan unit pengukuran yang biasa digunakan yang memungkinkan keseragaman pencatatan dan pelaporan data keuangan.

Tulisan ini diambil dari referensi buku prinsip-prinsip akuntansi karangan Niswonger dkk. Untuk bacaan selengkapnya silahkan dipelajari buku tersebut. Semoga bermanfaat.

Akuntansi Itu Mudah - Memahami akuntansi dengan kesederhanaanTerimakasih sudah menyempatkan waktu membaca artikel Prinsip-Prinsip Akuntansi pada blog kami. Harapan kami semoga artikel ini dapat memberikan nilai tambah untuk anda. Saran dan kritik yang konstruktif sangat kami harapkan guna kemajuan blog kami di masa depan, silahkan menuju page contact us. Sukses untuk anda. Oni Zamroni

 Related on Prinsip-Prinsip Akuntansi
Contoh Ayat Jurnal Penyesuaian untuk Asuransi Dibayar Dimuka
Ayat Jurnal Penyesuaian untuk Asuransi Dibayar Dimuka Ayat jurnal penyesuaian untuk asuransi dibayar dimuka. Kali ini blog akuntansi itu mudah akan memberikan contoh mengenai ayat jurnal penyesuaian untuk akun
Manfaat Suatu Akun
Manfaat Suatu Akun Sebelum melakukan pembelian tunai atas sebuah peralatan besar seperti TV, anda perlu mengetahui apakah jumlah saldo akun atau rekening anda di bank mencukupi untuk transaksi tersebut.
Kamus Istilah Akuntansi Bagian P
Kamus Istilah Akuntansi Bagian P Paid-in capital > Modal disetor > Modal yang diperoleh dari para pemegang saham. Par > Pari (nominal) > Angka yang tercetak pada sertifikat saham.
Jenis Penugasan Audit
Beberapa Jenis Penugasan Audit Penugasan Audit. Audit yang dilakukan oleh kantor akuntan publik tergantung pada penugasan yang diberikan oleh perusahaan. Berikut adalah jenis-jenis penugasan audit yang umum dan karakteristik

Related Searches : , , , ,
Selamat datang di akuntansiitumudah.com
Like and Share!

Social PopUP by Timersys
Home | Archive | About Us | Contact Us | Referensi Situs | Privacy Policy | Sitemap | Copyright © Akuntansi Itu Mudah 2014. All Rights Reserved.