HOME
Home » Analisis Keuangan » Rasio Cepat – Quick Ratio

Rasio Cepat – Quick Ratio

Posted at February 19th, 2013 | Categorised in Analisis Keuangan

Menghitung rasio cepat – Quick ratio atau Acid-test ratio

Rumus rasio cepat. Sebuah perusahaan harus mampu membayar kewajiban lancarnya dalam periode waktu jangka pendek, biasanya satu tahun.

Salah satu ukuran kemampuan perusahaan untuk melakukan pembayaran ini adalah rasio cepat (quick ratio) atau acid-test ratio.

Ratio cepat dihitung dengan cara sebagai berikut:

 

Rasio cepat = Aktiva Cepat / Kewajiban Lancar

Rasio cepat mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar utang dengan segera, dengan menggunakan aktiva cepat yang dimilikinya.

Aktiva cepat adalah kas, ekuivalen kas, dan piutang yang dapat dengan cepat dikonversi menjadi kas. Biasanya, sebuah perusahaan sebaiknya memiliki rasio cepat lebih dari 1. Rasio yang kurang dari 1 mengindikasikan bahwa kewajiban lancar tidak mampu ditutupi oleh kas dan aktiva-aktiva lancer lainnya.

Rasio Cepat – Quick Ratio

Sebagai ilustrasi, asumsikan bahwa PT. Part Elektro Indonesia dan PT. Graha Elektronic memiliki aktiva cepat, kewajiban lancar, dan rasio cepat sebagai berikut:

 dalam Jutaan
 PT. Part Elektro Indonesia   PT. Graha Elektronic 
Aktiva cepat:
Kas                       100.000                         55.000
Ekuivalen kas                         47.000                         65.000
Piutang usaha (bersih)                         84.000                       472.000
Total                       231.000                       592.000
Kewajiban lancar
Utang usaha                       125.000                       427.000
Utang upah                         65.000                       120.000
Utang pajak penghasilan                         22.000                         45.000
Wesel bayar                           8.000                       148.000
Total                       220.000                       740.000
Rasio cepat                              1,05                                0,8

Seperti dapat anda lihat, PT. Part Elektro Indonesia memiliki aktiva cepat yang lebih besar dari kewajiban lancarnya, atau rasio cepat sebesar 1,05. Rasio yang melebihi 1 mengindikasikan bahwa aktiva cepat yang ada, mencukupi untuk memenuhi kewajiban lancar. Namun PT. Graha Elektronic memiliki rasio cepat sebesar 0,8. Aktiva cepat yang dimilikinya tidak mampu menutupi kewajiban lancar.

PT. Graha Elektronic dapat memecahkan masalah ini dengan meminta bank untuk mengkonversi utang jangka pendek sebesar Rp 148.000.000,- menjadi utang jangka panjang. Hal ini akan memindahkan wesel bayar dari kewajiban lancar. Jika PT. Graha Elektronic melakukan hal ini, rasio cepatnya akan naik menjadi 1 (Rp 592.000.000 : Rp 592.000.000), yang berarti aktiva cepatnya akan mencukupi untuk menutup kewajiban lancar. Baca artikel lainnya, Rasio aktiva tetap terhadap kewajiban jangka panjang dan doomsday ratio. Semoga membantu.

Categories