Siklus Pencatatan Akuntansi Koperasi

Category on General Akuntansi

Siklus Pencatatan Akuntansi Koperasi

Siklus akuntansi koperasi. Pada dasarnya pencatatan pada sistem akuntansi koperasi menganut sistem akuntansi yang lazim seperti halnya yang diterapkan oleh perusahaan dagang, jasa, maupun manufaktur. Dari sisi penyusunan laporan keuangan seperti neraca, laporan laba rugi semuanya memiliki kesamaan, akan tetapi laporan keuangan koperasi memiliki laporan pembagian sisa hasil usaha (SHU) yang tentu tidak dimiliki oleh perusahaan pada umumnya.

Untuk melihat kesamaan sistem akuntansi koperasi dengan sistem akuntansi perusahaan berikut adalah alurnya,

siklus pencatatan akuntansi koperasi

Semua transaksi yang terjadi direkam berdasarkan bukti transaksi yang ada dan pencatatannya diurutkan berdasarkan tanggal kejadian transaksi (jurnal). Pada akhir periode jurnal yang sudah dibuat sebelumnya di posting ke buku besar. Setelah proses posting, dibuatlah neraca lajur untuk persiapan pembuatan laporan keuangan koperasi.

Setelah neraca lajur selesai dibuat, barulah disusun laporan keuangan yang terdiri dari neraca,

neraca koperasi

laporan laba rugi koperasi dan laporan perubahan modal koperasi.

laba rugi koperasi

 

laporan perubahan modal koperasi

Itulah artikel mengenai siklus pencatatan akuntansi koperasi semoga dapat memberikan gambaran bagi anda dalam mendalami usaha koperasi. Baca artikel lainnya di blog belajar akuntansi dengan judul Contoh Laporan Keuangan Koperasi Download dan Contoh Laporan Keuangan Excel.